ASEAN dan Jepang Bahas Strategi Hadapi Dampak Negatif Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Jepang (ASEAN Economic MinistersMinister of Economy, Trade, and Industry of Japan/AEM-METI) bertemu secara virtual pada The Special AEM-METI Meeting untuk membahas langkah-langkah menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19
Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Jepang (ASEAN Economic MinistersMinister of Economy, Trade, and Industry of Japan/AEM-METI) bertemu secara virtual pada The Special AEM-METI Meeting untuk membahas langkah-langkah menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19

Jakarta, beritayudha.com  Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Jepang (ASEAN Economic MinistersMinister of Economy, Trade, and Industry of Japan/AEM-METI) bertemu secara virtual pada The Special AEM-METI Meeting untuk membahas langkah-langkah menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19, khususnya dalam bidang ekonomi. Pembahasan berlangsung pada Rabu, (29/7/2020).

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto yang menghadiri pertemuan tersebut mengatakan, para menteri saling bertukar pandangan terkait upaya-upaya yang telah dilakukan dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19 dan memulihkan aktivitas ekonomi masing-masing.

Bacaan Lainnya

Pada pertemuan tersebut para menteri mengesahkan ASEAN-Japan Economic Resilience Action Plan sebagai tindak lanjut Joint Statement on Initiatives on Economic Resilience in Response to the Corona Virus Disease (COVID19) Outbreak yang telah dipublikasikan pada 22 April 2020.

“Rencana aksi ini mencakup lebih dari 50 aktivitas kerja sama yang bertujuan memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan,” ungkap Menteri Agus Suparmanto kepada awak media.

Beberapa kerja sama yang tercakup dalam rencana aksi tersebut dan dapat dilakukan untuk memulihkan ekonomi ASEAN, antara lain meningkatkan kerja sama dan kolaborasi; menjamin keterbukaan pasar; meningkatkan fasilitasi dan arus perdagangan, khususnya barang penting (essential goods) dan produk medis; serta menghindari penerapan hambatan-hambatan nontarif yang tidak diperlukan. Selain itu, dukungan finansial perlu diberikan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak sangat signifikan akibat pandemi Covid-19.

Menteri Agus Suparmanto mengungkapkan, para menteri juga menugaskan para Pejabat Ekonomi Senior ASEAN dan Jepang untuk mengawal implementasi seluruh aktivitas dalam rencana aksi tersebut.

“Indonesia berkomitmen terhadap berbagai aktivitas bersama dalam mendukung berbagai upaya pemulihan ekonomi guna menghidupkan kembali rantai pasok regional,” pungkas Menteri Agus Suparmanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *