Begini Pentingnya Dongeng Untuk Anak-Anak

  • Whatsapp
Begini Pentingnya Dongeng Untuk Anak-Anak
Begini Pentingnya Dongeng Untuk Anak-Anak

Jakarta, beritayudha.com   Anak-anak selalu senang diceritakan dongeng. Baik itu disampaikan dengan cara membaca buku bersama-sama mapun bertutur melalui imajinasi sang orangtua.

Membacakan dongeng kepada anak sebelum tidur merupakan sebuah ritual yang ternyata kerap dirindukan dan tak tergantikan oleh alat tercanggih sekalipun.

Sebab disinilah orangtua memiliki peran sangat besar dalam memilih dan menceritakan dongeng yang tak hanya memacu minat baca anak, tapi juga memperkenalkan indahnya keberagaman kepada buah hati.

Apa yang dipelajari dari dongeng?


Pembelajaran melalui cara mendongeng tak kalah menariknya bila dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan alat peraga atau alat bantu canggih lainnya. Sebab pesan moral dapat dengan mudah disampaikan melalui sebuah cerita atau dongeng.


“Melalui dongeng, banyak hal yang dapat dipelajari, seperti menanamkan budi pekerti, mengenalkan karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembankan kemampuan berbahasa. Mendongeng juga mempererat bounding antara orangtua dengan anak,” jelas Ardiansyah atau akarap dipanggil kak Ardi yang dikutip dari laman Moments.

Ardiansyah berprofesi sebagai storyteller multitalenta yang juga coach panahan, gitaris band, juga pendiri komunitas Dongeng Minggu.


“Membaca dongeng bisa menjadi sarana berkomunikasi dengan anak yang efektif dalam menyamapaikan pesan kepada anak. Karena tercipta suasana menyenangkan, maka lebih mudah untuk menanamkan etika, kejujuran, rendah hati, setia kawan, toleransi termasuk menimbukan sisi empatinya,” imbuh Ardi yang juga gemar fotografi.


Menstimulasi Kreativitas dan Kesenangan Membaca

Dongeng bisa berpengaruh pada perkembangan fisik, intelektual, dan mental anak. “Menurut para psikolog anak dan pendidik, dongeng dapat menstimulasi anak untuk berimajinasi. Pada masa pertumbuhan, anak-anak yang imajinasinya testimulasi dengan baik akan tumbuh dan bermbang menjadi anak yang kreatif,” lanjut Ardi.

Kecerdasan anak yang tearasah lewat ketrampilan terkandung dalam cerita. Karena itulah, merangkai sebuah cerita untuk anak-anak tidaklah semudah yang dibayangkan.

“Menulis cerita anak sebenarnya bukan pekerjaan yang gampang, karena penulis harus menyadari banyak pakem yang harus diperhatikan,” papar Vanda Yulianti, professional children writer & education practitioner sekaligus pendiri Mommiestories Community.

“Membuat cerita anak merupakan tantangan yang menarik bagi saya. Karena cinta dengan dunia anak-anak dan sedari kecil saya sangat terkesan dengan buku-buku cerita anak yang menarik, maka saya memiliki harapan agar anak-anak dimasa ini akan terkesan dengan cerita karangan saya,” urai Vanda yang mulai menulis buku cerita genre anak sejak 2003.

Pemilihan tema, penokohan, juga alur cerita serta penuturan kalimat yang menarik dan mudah dipahami anak diyakini adalah kunci utamanya. Jangan lupa “dukungan” ilustrasi yang menarik.

Sebab banyak hal positif yang bisa diperoleh lewat membaca. Keterlibatan anak secara aktif saat mendongeng pun memberikan pengalaman tersendiri, sehingga tertanam kuat dalam struktur kognitif anak.

Pilih yang Menarik

“Sebuah buku cerita anak akan lebih mengena di benak anak-anak jika ada unsur menggurui atau memberi nasihat, tapi langsung memberi contoh dalam bentuk visual dan terlihat ramah,” tegas Vanda yang telah menulis lebih dari sepuluh judul buku cerita anak dan kerap mengangkat tema petualangan, edukasi serta bermain.

Vanda juga pernah menuliskan cerita berseri di sebuah majalah anak, berjudul Klub Lima. Mengisahkan sebuah kelompok berisi lima anak-anak yang bersehabat baik walaupun mereka memiliki karakter berbeda-beda.

“Sengaja saya tampilkan berbagai karakter dalam satu kelompok pertemanan, agar dari situ anak-anak bisa belajar untuk saling menghargai perbedaan. Sebab intisari dari persehabatan bukan dari fisik, latar belakang, dan agama. Jadi, tanpa harus secara frontal menjelaskan, anak-anak sudah langsung melihat secara visual bahwa kita harus menghargai perbedaan apapun, ” jelas wanita yang juga membangun usaha kerajinan Naminna House.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *