Menteri Eko Putro Sandjojo: Potensi Kopi di Indonesia Luar Biasa

  • Whatsapp
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo,saat menjadi pembicara dalam acara "Gatra Bicara" bertema Potensi Kopi Nusantara di Upnormal Coffee Roasters
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo,saat menjadi pembicara dalam acara "Gatra Bicara" bertema Potensi Kopi Nusantara di Upnormal Coffee Roasters

Jakarta, beritayudha.com  Menteri Eko Putro Sandjojo yakin kopi adalah potensi besar Indonesi untuk bersaing di dunia . Kopi, larutan kopi wangi itu menyapa banyak orang di awal hari mereka. Ia setia Ia setia menemani hari hingga memberi semangat kala larut malam.

Bagi sebagian orang, kopi dianggap mampu membangkitkan ide, sementara yang lain memanggilnya pelumas pembicaraan. Kita mengetahuinya sebagai kopi.

Gabungan Eksportir Kopi Indonesia mencatat, tahun 2017 Indonesia mengekspor 464. 195 ton biji kopi hijau dengan nilai ekspor USD 1.175.755. Sedangkan untuk biji kopi olah yang telah disangrai, jumlah ekspor mencapai 3.602 ton dengan nilai USD 11.380. Jelas terlihat, betapa lemahnya pengolahan pasca panen produk kopi di Indonesia.

“Kopi Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Tersebar dari Aceh hingga Papua, kopi Indonesia dapat menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. Maka dari itu, kabupaten yang potensial kopi saya minta agar fokus,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo,saat menjadi pembicara dalam acara “Gatra Bicara” bertema Potensi Kopi Nusantara di Upnormal Coffee Roasters, Jakarta, Selasa (8/5/ 2018).

Indonesia adalah pengahasil dan konsumen kopi jenis robusta terbesar. Ironisnya, petani seolah tak percaya dengan produksi mereka sendiri.

“Petani malah membeli kopi sachet daripada mengolah biji kopi yang mereka. Padahal mereka menghasilkan kopi jenis terbaik, fine robusta,” kata Edyanto dari Jambi, yang secara khusus terbang dari Bandara Internasional Sultan Thaha Jambi agar dapat berbincang dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

“Tak hanya robusta, petani di Jambi juga memanen arabica dan liberica. Khusus arabika, kopi arabika Kerinci pernah meraih juara di kontes Spesialti Kopi Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI),” lanjutnya.

“Dengan kekayaan alam yang luar biasa ini, kami menggagas komunitas 0741 sebagai tempat berkumpulnya pelaku industri kopi di Jambi. Tak hanya itu, sedang mengusung tema kopi Jambi untuk dunia agar kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *