Polusi Udara Disekitar Kita, Yuk Cegah Dengan Cara Mudah

  • Whatsapp
Polusi Udara Disekitar Kita, Yuk Cegah Dengan Cara Sederhana
Polusi Udara Disekitar Kita, Yuk Cegah Dengan Cara Sederhana

Jakarta, beritayudha.com   Polusi udara menjadi ancaman nyata kesehatan manusia. Pernahkah kita membayangkan jika udara yang kita hirup mengandung polutan yang dapat mengganggu kesehatan? Rasanya nyaris tak pernah. Karena dalam benak kita, selama tidak mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) hingga sesak napas maka udara yang kita hirup baik-baik saja.

Pendapat tersebut jelas keliru. Karena berdasarkan catatan organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), 9 dari 10 orang di dunia ternyata menghirup udara yang sudah tercemar polutan.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan polutan? Polutan merupakan segala sesuatu yang dapat memicu terkontaminasinya udara yang menjadi polusi. Beberapa jenis polutan udara yang biasanya dihirup makhluk hidup setiap hari, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), senyawa organik volatile (VOC), ozon (O3), hingga logam berat.

Polutan bisa ada di wilayah pedalaman maupun di kota besar. Contoh paling baru adalah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut dapat mempengaruhi kesehatan.

Sumber Polutan

Di kota besar seperti Jakarta, sumber polutan terbesar berasal dari gas buang kendaraan bermotor dan industri. Bahkan berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia www.airvisual.com pada akhir Agustus 2019 silam, Jakarta menempati urutan pertama sebagai kota yang memiliki tingkat polusi tertinggi di dunia dengan kualitas udara mencapai 177 US AQI atau dalam kategori tidak sehat.

Sedangkan berdasarkan World Air Quality Index melalui waqi.info, kualitas udara Indonesia terburuk ke-12 di dunia, satu tingkat lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat yang berada di posisi terburuk ke-11.

Menurut dr. Maydie Esfandiary, Sp.P, Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), polutan tidak hanya bisa berasal dari luar ruangan, tetapi bisa juga berasal dari dalam ruangan di rumah.

“Selama ini banyak masyarakat awam hanya mengira polusi berasal dari luar ruangan, padahal dari dalam ruangan pun dapat menghasilkan bahaya yang lebih berlipat lagi. Seperti misalnya asap yang muncul karena pembakaran kayu bakar ketika memasak, tungau atau kotoran yang terhirup dari tempat tidur atau sofa, semprotan berbahan gas, lem, cat warna yang terbuat dari bahan kimia. Anggota keluarga yang merokok di dalam rumah dan asap knalpot kendaraan yang dipanaskan di garasi yang menyatu dengan rumah juga membuat polusi udara,” paparnya panjang lebar.

Dampak Polusi Udara

Dr. Maydie Esfandiary, Sp.P mengungkapkan, dampak dari polusi udara tidak mengenal usia. Anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan janin yang dalam kandungan pun bisa terpapar polusi udara yang dihirup sang ibu.

“Ibu hamil disarankan untuk dapat menghindari aktivitas di luar ruangan jika saat itu polusi udara sedang tinggi-tingginya. Karena bisa berpengaruh pada meningkatkan risiko berat badan bayi baru lahir rendah, kelahiran prematur, kelainan cacat bawaan, serta masalah fertilisasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, anak-anak yang kekebalan tubuhnya belum kuat dan saluran napas yang pendek juga sangat rentan terdampak polusi udara.

“Gangguan kesehatan akibat polusi udara itu sangat kompleks. Awalnya hanya gejala gangguan pernapasan, seperti iritasi di saluran napas dan batukbatuk. Kemudian fungsi paru-paru menurun, radang paru atau pneumonia, dan dampak parahnya yaitu kanker paru-paru. Jika sedang tidak sehat, anggota tubuh lain juga dapat mengalami dampaknya seperti iritasi pada mata seperti kemerahan, hidung, dan tenggorokan. Kalau sudah merasa batuk-batuk tak henti, dada terasa sesak, sampai sesak napas itu harus segera diperiksa. Jangan pernah menyepelekan kesehatan karena polusi udara,” tegas dr. Maydie Esfandiary.

10 Cara Atasi Polusi Udara

Polusi Udara Disekitar Kita, Yuk Cegah Dengan Cara Sederhana
Polusi Udara Disekitar Kita, Yuk Cegah Dengan Cara Sederhana

Bagaimana caranya mengatasi polusi udara tersebut? dr. Maydie Esfandiary membagikan tips-tips yang dapat diaplikasikan di rumah.

  1. Tidak merokok dalam ruangan
  2. Menanam tanaman hijau
  3. Menggunakan air purifier (pembersih udara)
  4. Atur ventilasi rumah, gunakan cerobong asap untuk memasak
  5. Bersihkan karpet, kasur, dan sofa dari debu secara rutin.
  6. Jangan simpan sampah terlalu lama di dalam rumah.
  7. Uji emisi karbon kendaraan secara rutin.
  8. Rutin membersihkan filter AC
  9. Hindari membakar sampah atau menyiram jalanan dengan air selokan.
    10.Kurangi pemakaian produk rumah tangga berbahan gas semprot.

dr. Maydie Esfandiary mengakui, sebagian besar wilayah di muka bumi tidak bisa terbebas dari polusi udara. Oleh karena itu, ia mengingatkan untuk menjaga kesehatan paru dari ancaman polusi udara.

5 Tips Jaga Kesehatan Paru-paru

  1. Penuhi konsumsi makanan yang bergizi, penuhi zat-zat kebutuhan tubuh terutama kaya akan antioksidan agar tubuh tetap memiliki daya imun yang kuat.
  2. Olahraga secara rutin juga dapat menjadi upaya untuk menjaga daya tahan tubuh.
  3. Hindari terlalu lama berada di luar ruangan, terutama di daerah berpolutan tinggi.
  4. Berhenti merokok. Mengingat kualitas udara makin buruk, janganlah ditambah dengan merokok.
  5. Biasakan jika akan beraktivitas di luar gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan partikel yang dapat memengaruhi kesehatan.

Gunakan Masker yang Tepat

Masker yang baik ialah yang memiliki pori-pori kecil, memiliki filtrasi atau penyaring debu, kotoran, dan partikel. Masker yang ideal adalah tipe N95 yang dapat menangkal partikel PM2.5 hingga 95 persen karena dilengkapi dengan lapisan penyaring khusus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *