Sandiaga Uno: Saatnya Pelaku Usaha Rintisan dan UMKM Jadi Penyelamat Ekonomi nasional

  • Whatsapp
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad (kiri) dan pengusaha Sandiaga Uno (kanan)
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad (kiri) dan pengusaha Sandiaga Uno (kanan)

Jakarta, beritayudha.com  Pengusaha Sandiaga Uno meminta pengusaha UMKM tidak menyerah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sandiaga Uno menuturkan, sejumlah peluang usaha masih bisa dijalankan di tengah segala keterbatasan saat ini.

“Kuncinya innovation fast. Pada masa pademi ini bagaimana kita berinovasi secara cepat dan mampu untuk menjawab tantangan yang kita hadapi,” kata Sandiaga Uno kepada merdeka.com malalui siaran pers, Sabtu (228/2020).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, inovasi adalah salah satu kunci dalam bertahan bagi semua bidang usaha. Inovasi harus hadir pada setiap langkah bagi seorang pengusaha. Dia memahami publik dibebani masalah pangan, biaya listrik, hingga biaya kuota internet dan pulsa. Namun, dia percaya masih ada solusi atas masalah ini.

“Indonesia masih menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara untuk produk pertanian dan barang konsumsi. Bahkan, nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia mencapai USD 21 miliar sehingga menjadi yang terbesar di ASEAN,” ujar Sandiaga.

Menurutnya guna mengembangkan usaha tentunya kita harus menentukan tingkat resiko kesehatan dari setiap jenis pekerjaan, tentukan jugatingkat resiko kesegaran dengan mengidentifIkasi pekerjaan mana yang bersifar contac intensivw atau intensitas kontak atau persentuhannya tinggai, selanjutnya tentukan juha jenis pekerjaan ana yang berpengaruh besar pada perekonimian.

Sandi menyebut seluruh produk dalam e-commerce justru didominasi komoditas dari Tiongkok. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi bersama, baik pemerintah maupun kalangan pengusaha.

Kontribusi UMKM Terhadap Perekonomian

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

Sandiaga Uno menuturkan, saat ini start up, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia. Untuk itu, UMKM harus dibenahi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.

“Siapa yang harus menghadirkan solusi tersebut, ya kita semua harus siap dan ghadirkan berbagai inovasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Sandi memprediksi bisnis penyediaan ventilator, obat-obatan penanganan Covid-19, vaksin, hingga jamu bakal terus berkembang ke depan. Selain itu, usaha terkait telekonferensi dan bisnis digital dianggap tetap menjanjikan. Usaha sektor hukum dan industri berbasis energi ramah lingkungan, baik energi baru dan energi terbarukan, juga dipercaya tetap dapat hidup.

“Ini semua merupakan bagian dari tiga tren utama yang hadir dan terakserealisasi saat pandem,” tukasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad Minta Pemerintah Peduli UMKM

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad menegaskan perlunya perhatian pemerintah terhadap UMKM melalui keringanan pajak dan dukungan terhadap pengusaha yang memasarkan produk melalui daring.

Menurutnya, selama pandemi ini adanya peingkatan dari e-commerce, selain yang naik dari starup dibidang penjualan tetapi justru ada peningkatan hingga 300 persen dari startup dibidang kesehatan. “Kalau yang jatuh tentunya ada travel karena ada peningkatan refund sehingga sangat merugikan,” katanya.

Dia menegaskan, pembayaran digital juga semakin meningkat, begitu juga dengan telemedik dan ada juga dengan pegiriman produk e-commerce. “Ada juga penjualan sayur dan buah juga ada peningkatan, sehingga ini menjadi kesempatan berusaha untuk dikembangkan,” tukasnya.

Menanggapi usaha dari akademisi dan penelitian mendalam tentang vaksin Covid-19, Kamrussamad selaku anggota DPR mendukung penuh. Menurutnya yang paling penting adalah, Unair sudah memiliki vaksin untuk Covid-19 maka untuk apa Indonesia impor vaksin dari luar. Sehingga cost yang akan dikeluarkan juga akan lebih mahal. “Harusnya kita kembangkan apa yang kita punya, jangan ambil vaksin dari luar,” katanya.

Dia menegaskan, dari data yang didapatnya UNAIR telah melakukan berbagai penelitian terkait dengan pandemi COVID-19 sebagai langkah awal. Selajn itu, UNAIR mengambil peran penting dalam penanganan pandemi lewat Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sebagai unit pelayanan rujukan pasien terkonfirmasi COVID-19, serta Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi (Tropical Disease Research Center) sebagai pusat penelitian berbagai penyakit. Hal ini tentunya bisa menjadi suatu hal yang merubah perekonomian Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *