Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama Guru Bertekad Cerdaskan Anak Perbatasan RI-PNG

  • Whatsapp
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami memberikan perbantuan tenaga pendidik di SDN Inpres Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami memberikan perbantuan tenaga pendidik di SDN Inpres Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura

Jayapura, beritayudha.com  Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami memberikan perbantuan tenaga pendidik di SDN Inpres Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura dalam upaya bertekad mencerdaskan anak Perbatasan RI-PNG. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, pendidikan merupakan hal utama yang harus diberikan kepada anak. Khususnya mereka yang berada di Papua, mungkin lebih terbatas jumlah tenaga pendidik daripada yang di wilayah lain, namun keterbatasan ini harus dipecahkan bersama.

Bacaan Lainnya

“Untuk itu, selain menjaga Perbatasan Negara kami juga ingin membantu untuk pendidikan melalui perbantuan tenaga pendidik di Papua, agar anak-anak tetap dapat belajar sebagaimana mestinya,” ungkap Mayor Anggun.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Prajurit yang ditunjuk untuk memberikan perbantuan tenaga pendidik, sebelumnya telah mendapatkan pembekalan secara umum metode pengajaran kepada siswa sekolah dasar.

“Kami juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten Sukoharjo untuk memberikan pembekalan dan keterampilan Prajurit dalam mengajar di daerah operasi Papua. Jadi mereka sudah berlatih sebelumnya menjadi guru,” kata Dansatgas.

Selaku Kepala Sekolah SDN Inpres Skouw Mabo, Ibu Meilisa Iriani, S.Pd., M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang telah berupaya membantu menjadi guru di sekolahnya. “Puji Tuhan dengan kehadiran Prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad kami tidak merasakan kekurangan tenaga pengajar lagi. Disamping itu juga siswa-siswi kami lebih bersemangat dan ceria karena disela-sela pelajaran, mereka diajarkan menyanyi lagu-lagu daerah di Indonesia,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *