Tiga Kuliner Khas Idul Fitri yang Wajib Anda Cicip

  • Whatsapp
Kuliner khas Idul Fitri ini menjadi sajian istimewa setelah sebulan penuh berpuasa
Kuliner khas Idul Fitri ini menjadi sajian istimewa setelah sebulan penuh berpuasa

Jakarta, beritayudha.com  Kuliner khas Idul Fitri ini menjadi sajian istimewa setelah sebulan penuh berpuasa. Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran menjadi salah satu momen besar yang ditunggu-tunggu oleh keluarga muslim di Indonesia setelah sebulan menjalani ibadah puasa Ramadan.

Biasanya, Hari Raya Idul Fitri menjadi hari berkumpul dengan sanak saudara yang dilengkapi dengan hidangan khas Hari Raya. Masing-masing daerah di Indonesia punya hidangan khusus dengan berbagai cerita menarik di balik hidangan tersebut. Yuk, kita intip apa saja kuliner khas di Hari Raya Idul Fitri:

Ketupat, Kuliner Khas Idul Fitri

Rasanya Lebaran akan kurang jika tak ada makanan yang dibungkus daun kelapa yang satu ini. Makanan berbahan dasar beras atau ketan ini menjadi makanan khas pada saat Lebaran terutama di tanah Jawa. Konon, ketupat ini dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga.

Tahukan Anda, ternyata terdapat filosofi di balik pembuatan ketupat yang berkaitan dengan makna Lebaran. Ketupat memiliki anyaman kulit yang rumit dan saling tumpang tindih.

Anyaman rumit yang tumpang tindih tersebut mencerminkan perjalanan hidup yang sering kali diselingi oleh masalah. Filosofi yang terkandung adalah, menjadi tugas kita sebagai manusia menghadapi masalah tersebut dan menyelesaikannya.

Sedangkan anyaman yang tak terputus melambangkan silaturahmi. Dalam bahasa Jawa, ketupat atau kupat ino merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku Lepat berarti mengakui kesalahan, laku papat artinya melakukan empat tindakan yaitu Lebaran (usai), luberan (meluber/melimpah), laburan (labur/kapur) dan leburan (melebur).

Artinya setelah berakhirnya puasa, berbagi rezeki berlimpah dalam artian zakat fitrah, peleburan dosa, dan membersihkan hati kembali.

Ketupat memiliki seni memasak yang unik. Saat memasukkan beras ke dalam bungkus daun kepala, tidak boleh terisi penuh. Merebusnya pun lama dengan menggunakan nyala api stabil.

Setelah ketupat matang, tidak langsung disajikan. Namun, setelah diangkat dari tempat merebusnya kemudian ditiriskan dengan cara digantung agar air rebusan keluar semuanya.

Opor Ayam

Opor ayam juga menjadi salah satu menu wajib kuliner khas Idul Fitri. Makanan ini berbahan dasar daging ayam, santan, dengan campuran rempah-rempah lainnya. Ayam yang digunakan ialah ayam kampung. Namun banyak juga yang menggunakan daging ayam negeri.

Opor ayam memiliki cita rasa yang gurih, empuk dipadukan dengan santan dan bumbu tradisional Indonesia yang berkualitas. Cara memasaknya pun membutuhkan kesabaran. Santan harus diaduk perlahan agar tak pecah.

Santan yang mengental dari perasan parutan kelapa tua, membuat rasa opor ayam semakin gurih setelah dipanaskan beberapa kali. Inilah yang membuat masakan opor ayam menjadi favorit di hari Lebaran. Karena, semakin lama dimasak berulang kali, rasanya menjadi semakin lezat.

Ternyata opor ayam dengan kuah santan ini memiliki makna tersendiri. Penyebutan kata santan memiliki bunyi yang mirip dengan pangapunten (permintaan maaf) atau mengakui kesalahan dengan tulus.

Rendang, Kuliner khas Idul Fitri

Siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini? Olahan daging ini disebut sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Makanan khas Minangkabau ini juga kerap hadir sebagai hidangan Lebaran. Sejatinya, makanan ini selalu dihidangkan dalam berbagai acara adat, termasuk jadi kuliner khas Idul Fitri.

Rendang mengandung bumbu rempah yang kaya. Bahan utamanya ialah daging, santan kelapa, dan bumbu yang dihasilkan seperti cabai, serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Proses memasaknya pun memerlukan kesabaran, sekitar 4 jam rendang dimasak menggunakan api kecil. Daging redang, diaduk perlahan sampai berwarna coklat berminyak.

Filosofi rendang adalah musyawarah dan mufakat. Filosofi itu berasal dari empat bahan pokok pembuatannya yang melambangkan keutuhan hubungan kemasyarakatan Minang.

Pertama, daging sapi. Dalam adat istiadat Minangkabau, daging adalah lambang “Niniak Mamak”. Niniak Mamak merupakan pemimpin suku adat yang menjadi tempat bertanya dan pembuat keputusan utama di dalam adat Minangkabau.

Hal itu sama seperti daging yang merupakan unsur utama dan paling penting dalam rendang.

Kedua, kelapa yang merupakan lambang dari “Candiak Pandai” atau kaum intelektual atau kumpulan orang-orang pandai di Minangkabau.

Mereka dinilai mampu memeriksa dan menentukan standar kelayakan setiap kebijakan mengenai pewarisan, pelaksanaan, dan pemecahan masalah syara’ dan adat yang sudah dilaksanakan anak kamanakan (masyarakat adat).

Dahulu kala, daging rendang menjadi bekal untuk orang yang naik haji. Dimasa lampau, naik haji menggunakan kapal laut yang waktu tempuhnya ke jazirah Arab membutuhkan waktu berhari-hari.

Rendang adalah bekal yang tepat untuk perjaan jauh , agar mudah disantap dengan nasi putih. Rendang juga tahan lama disimpan, tanpa mengurangi rasa lezatnya.

Tahukah Anda, rendang merupakan kata kerja untuk memasak? Jadi, rendang tak harus daging sapi. Bisa juga daging ayam, ikan, bahkan kentang.

Itulah ketiga kuliner khas Idul Fitriyang wajib dicicip saat Lebaran tiba. Nah, mana yang menjadi favori Anda?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *